SHARE
bangau-bird
Bangau putih berleher jingga

Salam Wisata,

Pernah dengar mengenai Desa Petulu atau nama lain Desa Kokokan. Mahu tahu idak misteri Bangau Putih di Desa Kokokan? Jom kita jalan-jalan dan lihat apa aja pesona unik alam yang luar biasa ada didesa ini.
Wah! Ternyata desa ini, hanya 5 km dari bandar Ubud , merupakan rumah buat kumpulan ratusan habitat liar burung bangau putih atau kokokan dalam bahasa Bali. Hmm.. mengapa agaknya Desa Kokokan menjadi tumpuan unggas bangau putih ini?
Sebenarnya, kakak akan ke desa ini dua kali sebulan kerana senang memerhatikan gelagat dan mendengar riuh rendah kecipan bangau putih yang seakan-akan sedang sibuk berkenduri.
Waktu yang amat baik ke Desa Petulu atau Desa Kokokan adalah menjelang maghrib dan waktu beginilah mereka pulang dari setiap penjuru alam untuk bermalam. Sesampai di desa ini, bangau putih akan keliling terlebih dahulu untuk mencari pohon-pohon Bunut  Wot di sepenjang jalan utama desa ini. Bayangkan pohon-pohon yang berwarna hijau seakan bertukar putih menjelang petang. Hahahhaha seram juga kalau kita ke sana pada waktu malam.
bangau on the tree
Bangau di atas pokok
Difahamkan burung Bangau putih ini hidup akrab bersama masyarakat desa ini sejak tahun 1965. Tidak ada seorang pun yang berani menganggu habitat liar ini kerana  dipercayai burung2 ini merupakan pengawal dari Dewa Ida Bahtara. Dewa ini adalah penjaga desa berkenaan. Ia melindungi desa ini daripada roh-roh jahat dan penyakit hama padi.
Jika mau bertamu ke desa ini, disarankan agar datang pada bulan November hingga Mac kerana waktu ini banyak bangau putih bersarang dan bertelur. Dan pada awal April hingga Oktober, akan kelihatan anak-anak burung Bangau Putih, sudah mulai terbang keluar.
white bangau
Sekumpulan bangau putih berterbangan atas pokok.
Dan waktu terbaik memerhatikan burung-burung ini adalah di antara jam 5:45 – 6:30 petang. Tiket masuk ke desa ini hanya Rp15k. Digalakkan bawa payung jika berjalan-jalan di bawah pohon Bunut Wot andai mau wangian free, tidak perlu guna payung.
Da… sekian dahulu.
Kakak Sam Raja Aziz, dari Bali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here